Singkawang, Info Publik - Tim Penggerak PKK Kota Singkawang bekerjasama
dengan DPC IKABOGA Kota Singkawang menyelenggarakan pelatihan
diersifikasi pangan dan pengolahan abon ayam kampung dan kue dengan
bahan dasar pisang, pada masyarakat Desa Model Kelurahan Sungai Bulan,
Singkawang Utara, Kamis (27/11) sore.
Dalam sambutannya Ketua TP. PKK PKK Kota Singkawang yang
disampaaikan oleh Sekretaris Tim Penggerak PKK Kota Singkawang, Ny.
Gati Kristiani mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan
biaya dari Tim Penggerak PKK Kota Singkawang.
Dia mengharapkan agar para kader PKK di Desa Model bisa mengikuti
dengan serius, sehingga bantuan baik yang berupa materi maupun
pengetahuan dan keterampilan yang selama ini sudah diterima oleh
masyarakat di Desa Model, yang diberikan oleh SKPD di Pemerintah
Provinsi maupun Kota Singkawang maupun TP. PKK Kota Singkawang bisa
diterapkan dalam menunjang peningkatan taraf hidup masyarakat di Desa
Model.
“Kelurahan Sungai Bulan diberi kepercayaan dengan ditunjuk sebagai
desa Model, hal ini merupakan anugerah dan harus disyukuri dengan cara
apa yang sudah diberikan agar bisa diterapkan dan dikembangkan secara
maksimal. TP. PKK Kota Singkawang sebagai fasilitator dan mediator,
bantuan yang bisa diberikan tentu tidak bisa berupa uang segar karena
keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh TP. PKK Kota Singkawang, namun
berupa pembinaan, keterampilan, administrasi, dan beberapa sarana
penunjang” kata Gati.
Ketua Pokja lll TP. PKK Kota Singkawang sekaligus Ketua DPC IKABOGA
Kota Singkawang, Istri Handayani, mengungkapkan bahwa kegiatan ini
merupakan salah program kerja di Pokja lll. Dengan pelatihan ini
diharapkan potensi-potensi lokal khususnya potensi bahan pangan bisa
dimanfaatkan dan diberdayakaan dengan optimal, sehingga bisa
meningkatkan derajat kesehatan, derajat hidup dan peningkatan kualitas
SDM.
“Di daerah Desa Model hampir seluruh masyarakatnya memelihara ayam
kampung dan memanfaatkan pekarangannya dengan menanam pisang. Kita
berkolaborasi dengan IKABOGA sebagai nara sumber, menyelenggarakan
pelatihan pembuatan abon ayam kampung dan kue dengan bahan dasar pisang.
Dengan keterampilan tersebut, diharapkan masyarakat bisa mengembangkan
menjadi hasil produksi dan dijual ke masyarakat. Lebih jauh, diharapkaan
masyarakat bisa mengembangkan dengan membuat abon lele, abon kelinci,
dll. Karena dari hasil pembinaan pemberian lele, kandang dan pakan yang
diberikan SKPD Pemprov maupun Kota Singkawang berhasil dengan bagus, dan
hal tersebut sangat memungkinkan jika masyarakat bisa memproduksi abon
lela, begitu juga kelinci” kata Istri.
Lebih lanjut Istri menjelaskan bahwa dengan pelatihan yang diberikan
oleh TP.PKK Kota Singkawang saja tidak cukup, diharapkan SKPD terkait
bisa memberikan bantuan pembinaan, seperti packing, strategi pemasaran,
dan lain-lain.
Lurah Sungai Bulan, Dilhan, merasa bersukur dengan pelatihan
tersebut, dengan pelaatihan yang diselenggarakan TP.PKK Kota Singkawang
bisa menambah wawasan dan keterampilan masyarakatnya. Sebagai pembina
dan dewan penyantuan, dia berharap agar pembinaan desa model bisa
ditingkatkan untuk masa yang akan datang.
http://www.kalbarprov.go.id/berita.php?id=4656
Bersama kita wujudkan masyarakat yang sehat,cerdas, sejahtera dan bahagia
Selasa, 20 Januari 2015
http://www.kalbarprov.go.id/berita.php?id=4103
Singkawang, 20/4/2014 (Media Center) Ketua Tim Penggerak PKK Kota
Singkawang, Hj. Agustina Abdul Muthalib, mengharapkan SKPD bisa
bermitra dalam melaksanakan 10 (sepuluh) Program Pokok PKK di Kota
Singkawang, Minggu(20/4).
Agustina mengatakan Tim Penggerak PKK merupakan mitra kerja Pemerintah, ap agar semua SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Singkawang bisa bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK di semua jenjang.
“Semua kader PKK siap menjadi mitra yang baik bagi semua SKPD yang akan bekerjasama melaksanakan program dan kegiatan. Pada tahun 2014 ini, kita memprioritaskan pembinaan 10 (Sepuluh) Program Pokok PKK di Desa Model dan P2WKSS. Kami berharap SKPD terkait bersama-sama dengan TP.PKK Kota Singkawang, bisa melakukan pembinaan secara terintegrasi agar Desa Model dan lokasi yang ditunjuk sebagai P2WKSS bisa terbina dengan baik, dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dan pada akhirnya bisa dijadikan percontohan bagi keluarahan yang lainnya” harap Agustina.
Lebih lanjut Agustina menjelaskan tujuan pokok program Desa Model yang digulirkan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat bersma-sama dengan SKPD terkait di tingkat Provinsi adalah untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“kemiskinan merupakan fenomena global yang terjadi hampir di seluruh negeri, termasuk di Kota Singkawang. Selain itu, penanganan masalah kemiskinan pun perlu disikapi dengan bijak, terarah dan terintegrasi dengan berbagai sektor. Untuk memberantas kemiskinan, meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan derajat kesehatan dan derajat kehidupan masyarakat Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar bersma-sama dengan SKPD terkait di Provinsi Kalbar melaksanakan beberapa program dan kegiatan, salah satunya dengan membentuk Desa Model. Pemberantasan kemiskinan menjadi fokus utama Desa Model ini. Tahun ini ada tiga kabupaten/kota yang ditunjuk sebagai Desa Model, salah satu diantaranya Kota Singkawang, yang berlokasi di Kelurahan Sungai Bulan.”Ujar Agustina.
Lebih lanjut Agustina berharap, agar SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Singkawang, pada tahun anggaran 2014 ini bisa melanjutkan dan meningkatkan kerjasamanya dalam melakukan pembinaan pada masyarakat di Desa Model dan P2WKSS.
Menurutnya, pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan dengan pendidikan ini harus berjalan seimbang dan bersama-sama. Sehingga, nantinya Desa Model ini tidak ada lagi anak yang putus sekolah, derajat kesehatan masyarakatnya meningkat karena kesejahteraannya sudah makmur atau berkecukupan.
”Penyebab kemiskinan itu yang paling besar adalah kebodohan. Sehingga, dengan pembinaan dari Tim Penggerak PKK Provinsi maupaun Kota Singkawang, serta didukng oleh SKPD terkait, diharapkan masyarakat di Sungai Bulan bisa memiliki pengetahuan, keterampilan dan dimanfaatkan untuk menggali semua potensi dan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesehatan, kesehajteraan dan kemakmuran” pungkasnya.
Kota Singkawang diharapkan menjadi contoh untuk kelurahan lainnya. Sedangkan, anggaran dana untuk pembinaan pada Desa Model ini yang diberikan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat dengan SKPD terkait di Provinsi Kalimantan Barat.
“Dana atau bantuan berupa sarana, pelatihan, bibit, dll untuk membantu masyarat desa model bersumber dari Tim Penggerak PKK dan SKPD terkait di Provinsi Kalimantan Barat, seperti untuk berwirausaha, baik perternakan maupun pertanian”Selain pengentasan kemiskinan di Desa Model ini pendidikan juga menjadi perhatian,” ungkapnya.
Menurutnya, pengentasan kemiskinan dengan pendidikan ini harus berjalan seimbang dan bersama-sama. Sehingga, nantinya Desa Model ini tidak ada lagi anak yang putus sekolah. ”Penyebab kemiskinan itu yang paling besar adalah kebodohan. Sehingga, masyarakat Tuban kedepat tidak ada yang boleh putus sekolah,” pungkasnya.
Agustina mengatakan Tim Penggerak PKK merupakan mitra kerja Pemerintah, ap agar semua SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Singkawang bisa bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK di semua jenjang.
“Semua kader PKK siap menjadi mitra yang baik bagi semua SKPD yang akan bekerjasama melaksanakan program dan kegiatan. Pada tahun 2014 ini, kita memprioritaskan pembinaan 10 (Sepuluh) Program Pokok PKK di Desa Model dan P2WKSS. Kami berharap SKPD terkait bersama-sama dengan TP.PKK Kota Singkawang, bisa melakukan pembinaan secara terintegrasi agar Desa Model dan lokasi yang ditunjuk sebagai P2WKSS bisa terbina dengan baik, dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dan pada akhirnya bisa dijadikan percontohan bagi keluarahan yang lainnya” harap Agustina.
Lebih lanjut Agustina menjelaskan tujuan pokok program Desa Model yang digulirkan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat bersma-sama dengan SKPD terkait di tingkat Provinsi adalah untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“kemiskinan merupakan fenomena global yang terjadi hampir di seluruh negeri, termasuk di Kota Singkawang. Selain itu, penanganan masalah kemiskinan pun perlu disikapi dengan bijak, terarah dan terintegrasi dengan berbagai sektor. Untuk memberantas kemiskinan, meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan derajat kesehatan dan derajat kehidupan masyarakat Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar bersma-sama dengan SKPD terkait di Provinsi Kalbar melaksanakan beberapa program dan kegiatan, salah satunya dengan membentuk Desa Model. Pemberantasan kemiskinan menjadi fokus utama Desa Model ini. Tahun ini ada tiga kabupaten/kota yang ditunjuk sebagai Desa Model, salah satu diantaranya Kota Singkawang, yang berlokasi di Kelurahan Sungai Bulan.”Ujar Agustina.
Lebih lanjut Agustina berharap, agar SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Singkawang, pada tahun anggaran 2014 ini bisa melanjutkan dan meningkatkan kerjasamanya dalam melakukan pembinaan pada masyarakat di Desa Model dan P2WKSS.
Menurutnya, pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan dengan pendidikan ini harus berjalan seimbang dan bersama-sama. Sehingga, nantinya Desa Model ini tidak ada lagi anak yang putus sekolah, derajat kesehatan masyarakatnya meningkat karena kesejahteraannya sudah makmur atau berkecukupan.
”Penyebab kemiskinan itu yang paling besar adalah kebodohan. Sehingga, dengan pembinaan dari Tim Penggerak PKK Provinsi maupaun Kota Singkawang, serta didukng oleh SKPD terkait, diharapkan masyarakat di Sungai Bulan bisa memiliki pengetahuan, keterampilan dan dimanfaatkan untuk menggali semua potensi dan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesehatan, kesehajteraan dan kemakmuran” pungkasnya.
Kota Singkawang diharapkan menjadi contoh untuk kelurahan lainnya. Sedangkan, anggaran dana untuk pembinaan pada Desa Model ini yang diberikan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat dengan SKPD terkait di Provinsi Kalimantan Barat.
“Dana atau bantuan berupa sarana, pelatihan, bibit, dll untuk membantu masyarat desa model bersumber dari Tim Penggerak PKK dan SKPD terkait di Provinsi Kalimantan Barat, seperti untuk berwirausaha, baik perternakan maupun pertanian”Selain pengentasan kemiskinan di Desa Model ini pendidikan juga menjadi perhatian,” ungkapnya.
Menurutnya, pengentasan kemiskinan dengan pendidikan ini harus berjalan seimbang dan bersama-sama. Sehingga, nantinya Desa Model ini tidak ada lagi anak yang putus sekolah. ”Penyebab kemiskinan itu yang paling besar adalah kebodohan. Sehingga, masyarakat Tuban kedepat tidak ada yang boleh putus sekolah,” pungkasnya.
Tingkatkan Kesejahteraan Melalui HATINYA PKK Jumat, 14/02/2014
Menurut Agustina HATINYA PKK atau Halaman Asri Tertib Indah dan Nyaman merupakan salah satu Program Kerja Tim Penggerak PKK di Pokja III. Sasaran program HATINYA PKK adalah menggali potensi dan membangun kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan halaman dan sekitar rumahnya seoptimal mungkin melalui budi daya tanam-tanaman (sayur, buah, bunga, bumbu, obat-obatan, tanaman keras seperti buah-buahan, dll) juga perikanan, peternakan, dsb.
“Dengan pemanfaatan halaman yang optimal, maka para ibu rumah tangga akan berhemat dalam membelanjakan keuangannya, karena semua kebutuhan rata-rata bisa diusahakan melalui pemanfaatan halaman pekarangan ini. Bahkan kalau hasilnya baik dan berlebih, bisa dijual sehingga bisa menambah income keluarga dan dengan demikian bisa meningkatkan taraf hidup dan kualitas kehidupan keluarga” terang Agus sambil menunjukkan setiap halaman masyarakat di Desa Model yang ditumbuhi dengan aneka sayuran dan peternakan serta perikanan.
Lebih lanjut Agustina mengutarakan bahwa sebagai pilot project, telah ditunjuk Kelurahan Sungai Bulan sebagai Desa Model oleh tim dari Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat yang didukung oleh berbagai SKPD di Provinsi Kalimantan Barat.
“Dengan ditunjuknya Sungai Bulan sebagai Desa Model, diharapkan kepercayaan ini bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, agar ke depan bisa dijadikan percontohan bagi kelurahan yang lain. Atas nama Tim Penggerak PKK, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Lurah Sungai Bulan dan seluruh masyarakat di Sungai Bulan atas kerja kerasnya sehingga program ini bias berjalan sebagaimana yang diharapkan” kata Agustina.
Agustina berharap seluruh SKPD bisa bekerjasama dan memberikan bantuan pada Desa Model melalui keterpaduan atau integrasi program dan kegiatan yang ada di setiap SKPD.
“Program Desa Model diharapkan bisa berkelanjutan, selama ini SKPD-SKPD di Provinsi dan sebagian di Pemerintah Kota Singkawang sudah memberikan bantuan, diharapkan bantuan tersebut bisa dilanjutkan untuk Tahun Anggaran 2014 ini. Untuk hasil yang optimal ke depan kami akan meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak,” harap Agustina.
Di tempat yang sama Lurah Sungai Bulan, Dilhan, menyampaikan bahwa bantuan bibit, kolam dan pakan ikan bersumber dari bantuan DKP Provinsi Kalimantan Barat dan DKP Kota Singkawang, hanya saja yang sudah panen merupakan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Singkawang.
“Kami atas nama masyarakat Sungai Bulan menyampaikan terima kasih kepada Tim Penggerak PKK Provinsi, Kota dan Kecamatan juga Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat dan Kota Singkawang, yang telah memberikan bantuan kepada kami, sehingga melalui program Desa Model ini masyarakat kami selain bertambah wawasan dan pengetahuan terkait dengan pemanfaatan lahan, budi daya tanam-tanaman, perikanan, ternak, dll juga Insya Allah akan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sungai Bulan ini” kata Dilhan.
Lebih lanjut Dilhan menjelaskan bahwa dari bantuan berbagai bibit tanam-tanaman, ikan, pupuk, pakan, kipas angin, computer, dll masyarakat Desa Model di Sungai Bulan sudah memanen berbagai sayur-sayuran seperti kangkung, terong, lele, dll.
http://www.kalbarprov.go.id/berita.php?id=4103
Lensa Penilaian PHBS 2015
Petik Buah - Tim penilai Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kesehatan Lingkungan (Kesling) dan Tanaman Obat Keluarga (Toga) tingkat Provinsi Kalimantan Barat memetik buah hasil panen warga di RT 5 Kelurahan Sedau, Singkawang Selatan secara simbolis, Senin (19/1). RT 5 Kelurahan Sedau terpilih mewakili Singkawang dalam dalam perlombaan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kesehatan Lingkungan (Kesling) dan Tanaman Obat Keluarga (Toga). MC Singkawang/Eddy Permana.
Penilaian PHBS Dalam Lensa
Tinjau Tempat Sampah - Tim Penilai Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kesehatan Lingkungan (Kesling) dan Tanaman Obat Keluarga (Toga) tingkat Provinsi Kalimantan Barat meninjau Tempat pembuangan sampah di RT 5 Kelurahan Sedau, Singkawang Selatan, Senin (19/1). RT 5 Kelurahan Sedau terpilih mewakili Singkawang dalam dalam perlombaan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kesehatan Lingkungan (Kesling) dan Tanaman Obat Keluarga (Toga). MC Singkawang/Eddy Permana.
Lensa Penilaian PHBS
Hasil Panen - Tim penilai Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kesehatan Lingkungan (Kesling)
dan Tanaman Obat Keluarga (Toga) tingkat Provinsi Kalimantan
Barat menunjukkan buah hasil panen warga di RT 5 Kelurahan Sedau, Singkawang
Selatan, Senin (19/1). RT 5 Kelurahan
Sedau terpilih mewakili Singkawang dalam dalam perlombaan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kesehatan
Lingkungan (Kesling) dan Tanaman Obat Keluarga (Toga). MC Singkawang/Eddy
Permana.
Kelurahan Sedau Wakili Singkawang Lomba PBHS, Kesling dan Toga Tingkat Kalbar
Ketua RT 05, Sukardi menyebutkan jika dirinya sudah lama beruapay menciptakan pola hidup bersih dan sehat.
Tidak hanya, Sukardi juga berupaya menumbuhkan semangat gotong royong untuk membangun kesehatan lingkungan.
"Apa yang ada sekarang tidak bim salambim. Tapi sudah lama saya lakukan. Tidak hanya karena perlombaan ini, tapi dari awal memang saya berusaha membuat lingkungan bersih di tempat tinggal kita," jelas dia.
Pada dasarnya, kata dia, yang paling penting dalam pola seperti ini bukan untuk meraih juara. Namun lebih pada menciptakan kebersamaan dan kekeluargaan dari kegiatan ini.
"Makanya motto yang kita pasanga, lingkungan ku, saudara ku dan tetangga ku," kata dia.
"Kita berharap semoga menang dalam perlombaan ini. Sehingga semangat kebersamaan yang hampir hilang dan luntur kembali tumbuh," jelas dia.
Di tempat terpisah, Camat Singkawang Selatan, Elmin menyebutkan jika Pemkot sudah memiliki program. yang sama dengan kegiatan yang dilaksanakan, tim penggerak PKK di tingkat kecamatan. Di antaranya berkaitan dengan kesehatan lingkungan dan tanaman obat keluarga.
"Sehingga ini sesuai dengan sasaran rencana kerja, salah satunya, menciptakan lingkungan yang bersih, mengaktifkan kembali semangat gotong royong dan hidup sehat," jelas dia.
Berkat dukungan dan partisipasi masyarakat, kata dia, lingkungan di Kecamatan Singkawang Selatan bisa menorehkan berbagai prestasi. Di antaranya, juara II, Lomba Jambore Posyandu tingkat provinsi, Juara I Lomba Sekolah Sehat se-Kota Singkawang dan Juara I Lomba memasak menu ikan saat hari nusantara.
Sedangkan untuk membina kehidupan bersih, kata dia, sudah disosialisasikan ke lingkungan masyarakat. Untuk mendukung itupun, lanjut dia, juga dilakukan penyediaan tong sampah di setiap RT.
"Untuk memancingnya maka kita mengadakan lomba kebersihan antar RT dan kebetulan RT ini juara," tambah dia.
Selasa, 17 September 2013
TP.PKK Kota Singkawang Raih Pakarti Utama III Tingkat Nasional
Singkawang,
28/6/2013 (Media Center) Tim Penggerak PKK Kota Singkawang berhasil
raih Pakarti Utama lll, dan penghargaan berup piala dan piagam tersebut
disampaikan langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Pusat, Hj. Vita
Gamawan Fauzi kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Singkawang, Ny. Hj.
Agustina Abdul Muthalib di Area Eks MTQ Kota Kendari, Sulawesi Tenggara,
Kamis (27/6).
Agustina
menyampaikan bahwa berdasarkan Surat Keputusan Ketua Tim Penggerak PKK
Pusat Nomor 12/KEP/PKK.Pst/VI/2013 tentang Penetapan Pelaksana Terbaik
Lomba PKK-KB-Kesehatan ; Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) ; Posyandu
dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Dalam Rangka Hari Keluarga XX
Tingkat Nasional Tahun 2013, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang
Tengah ditetapkan sebagai penerima “Pakarti Utama lll Tingkat Nasional
Pelaksana Terbaik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Kategori Kota Tahun
2013”.
“Puji
sukur kepada Allah atas penghargaan ini, semua ini anugerah yang harus
kita sukuri sekaligus kita jaga sebagai motivasi untuk lebih
meningkatkan budaya dan perilaku hidup bersih dan sehat. Penghargaan ini
berkat doa, kerjasama dan usaha semua masyarakat, khususnya masyarakat
Kelurahan Roban, dan dibantu oleh SKPD dan lnstansi serta LSM dan
Organisasi Masyarakat, tokoh agama, dll. Mudah-mudahan ke depan seluruh
kelurahan bisa lebih tergerak untuk membina masyarakatnya agar
meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan utama kita adalah
bagaimana derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat melalui program
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, dan penghargaan ini sebagai motivasi
saja” ungkap Agutina.
Lebih
lanjut Agustina mengatakan bahwa Gerakan PKK adalah Gerakan Nasional
yang tumbuh dari bawah, yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk
masyarakatnya dalam upaya mencapai kesejahteraannya. Sebagai upaya untuk
mencapai keluarga sejahtera yang berkualitas, keluarga sehat menjadi
tanggungjawab semua elemen masyarakat.
“Kesehatan
merupakan salah satu syarat prinsip dalam mewujudkan kesehateraan dan
kebahagiaan. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat
bahwa untuk mewujudkannya tentu menjadi tanggungjawab kita semua.
Marilah kita mulai dari diri kita sendiri, untuk bisa menerapkan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat” pungkas Agustina. (Kominfo Kota Singkawang)
PKK Ajak Petani dan Pengusaha Wujudkan Agrowisata
Istimewa
Ketua
TP.PKK Kota Singkawang Ny. Agustina Abdul Muthalib(kerudung coklat baju
merah), Ketua DWP Kota Singkawang, Ny. Endang Bandar (kerudung coklat
baju hitam), dan para pengurus organisasi wanita di Kota Singkawang
serta pengusaha di Kota Singkawang, melakukan observasi di Kebun
Rambutan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Minggu (8/9/2013).
Minggu, 8 September 2013 17:11 WIB
Citizen Reporter
Istri Handayani | Kabid Kominfo
KOTA Singkawang memiliki potensi hasil perkebunan buah-buahan yang sangat besar. Potensi-potensi tersebut sangat menjanjikan apabila dikemas dengan sungguh-sungguh. Potensi perkebunan jenis buah-buahan yang dimiliki Kota Singkawang antara lain, rambutan, jeruk dan nanas.
Ketua TP.PKK dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Singkawang dan pengurusnya merangkul pengusaha dan pemilik kebun untuk bersama-sama memberdayakan hasil potensi buah-buahan dan dikelola sebagai Agro Wisata.
Ketua TP.PKK sekaligus Ketua GOW Kota Singkawang, Ny. Agustina Abdul Muthalib, ditemui di salah satu kebun rambutan di Kelurahan Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Minggu (8/9) mengakui dirinya bersama-sama dengan teman-teman baik dari Dhrama Wanita Persatuan, IKABOGA, PHRI, Catering, masyarakat pemilik kebun ke depan akan membuat suatu paket wisata, yang tujuannya adalah membantu masyarakat petani buah-buahan, sehingga dengan demikian potensi pariwisata lebih bergeliat lagi.
"Tahap yang kami lakukan masih dalam tahap rencana dan survey sekaligus membuat kajian, kami yang kumpul di sini sudah bisa mewakili dari beberapa unsur. Dan mudah-mudahan konsep ini akan terwujud, jadi harga buah-buahan kalau sedang banjir tidak murah karena akan dikemas dengan lebih baik. Setelah konsep dan kerjasama disepakati, langkah selanjutnya adalah menawarkan pada Biro Perjalanan Wisata dan Agen Perjalanan Wisata" kata Agustina.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Singkawang, Ny. Endang Bandar mengatakan bahwa agro atau agrowisata merupakan usaha di bidang jasa yang menggabungkan antara kegiatan wisata dengan kegiatan pertanian atau menggunakan kegiatan pertanian sebagai produk utama jasa kepariwisataannya. Agrowisata tidak hanya menjual jasa bagi pemenuhan kebutuhan pemandangan yang indah bagi konsumen, melainkan juga berperan sebagai media promosi produk pertanian, media pendidikan masyarakat, memberikan sinyal bagi peluang pengembangan diversifikasi produk agribisnis dan berarti pula dapat menjadi kawasan pertumbuhan baru wilayah.
" Dengan demikian agrowisata dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru daerah, sektor pertanian, dan ekonomi daerah. Dengan agro wisata selain menguntungkan dari sisi ekonomi, dari sisi promosi dan pendidikan juga akan memberikan dampak positif" ujar Endang.
Karyadi salah seorang yang mempunyai hobi berkebun mengungkapkan kegembiraan dan dukungannya dengan adanya rencana TP.PKK Kota Singkawang, Dharma Wanita Persatuan, GOW, IKABOGA yang bekerjasama dengaan para pengusaha masyarakat petani untuk mengemas potensi buah-buahan dalam sebuah Agro Wisata dan dikerjasamakan dengan Biro Perjalanan Wisata menjadi salah satu Package Wisata.
"sebagai masyarakat kami memberikan dukungan sepenuhnya, dan mudah-mudahan rencana ini mendapat support dari semua pihak. Tidak hanya pemerintah, namun semua lapisan masyarakat. Bagaimana menciptakan para wisatawan senang dan kerasan tinggal di Kota Singkawang merupakan tanggungjawab kita semua, karena jika itu menjadi kenyataan yang akan menikmati dampaknya adalah masyarakat juga" kata Karyadi.
Tarmili salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan bahwa terwujudnya Singkawang memiliki agro wisata sudah menjadi impian dan harapannya sejak lama, hal tersebut mengingat Singkawang memiliki potensi buah-buahan yang apabila sudaha musim harga jatuh karena antara hasil produksi dengan konsumen tidak seimbang.
"Untuk membantu petani diperlukan strategi yang tepat, agro wisata salah satu strategi yang tepat. Dengan cara tersebut semua masyarakat kecilpun akan ikut merasakan dampak positifnya. Selama ini kan, kalau sudah musim panen buah-buahan harga jadi jatuh" kata Tarmili.
Tarmili yang juga memiliki beberapa bidang kebun buah-buahan itupun mengakui, dirinya sering mengalami kerugian dengan harga hasil panennya berupa jeruk, nanas dan rambutan terpaksa harus dilepas dengan harga murah, mengingat di pasar banjir buah jadi harga jatuh.
TP.PKK Singkawang Wujudkan Kemandirian Pangan Melalui Desa Model
Agustina menjelaskan Langkah-langkah komprehensif tersebut antara lain dengan pengembangan komoditas strategis yang terpadu, konsisten dan berkelanjutan, dengan lebih memperhatikan peningkatan produktivitas.
Seiring
dengan program kerjanya di Kelompok Kerja (POKJA) III Tim Penggerak PKK
Kota Singkawang bekerjasama dengan SKPD terkait akan mengembangkan
pembinaan Desa Model. Dengan menjalin koordinasi dan kerjasama dia
berharap bisa dicapai peningkatan adopsi teknologi unggul oleh petani,
peningkatan kualitas penyuluhan dan penguatan kelembagaan petani,
perluasan areal tanam dengan pencetakan lahan baru dan pemanfatan lahan
kering dan peningkatan intensitas pertanaman, aspek distribusi pangan
dan perdagangan, serta aspek tata niaga dan harga pangan.
''
Sebagai masyarakat Kota Singkawang, seharusnya kita bersukur
dilimpahkan rahmad berupa lahan yang luas. Namun sayangnya potensi dan
anugerah tersebut, belum maksimal dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Melalui program Desa Model tersebut, diharapkan bisa menjadi pilot
project atau contoh bagi kelurahan yang lain.'' Kata Agustina.
Tim
Penggerak PKK Kota Singkawang telah mengusulkan dan merekomendasikan
tiga lokasi di tiga Kecamatan ke Tim Pengerak PKK Provinsi.
''
Beberapa waktu yang lalu Tim dari Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan
Barat dan SKPD terkait telah melakukan peninjauan ke beberapa lokasi
tersebut, berdasarkan hasil peninjauan dan dikaji dari berbagai aspek,
tim akan menentukan lokasi mana yang ditetapkan sebagai Desa Model.
Diharapkan dengan ditetapkannya salah satu lokasi sebagai Desa Model,
kami berharap semua SKPD bisa bersama-sama focus dan terintegrasi dalam
melakukan pembinaan dan pada akhirnya Desa Model yang baru pertama kali
ditetapkan di Singkawang ini bisa dijadikan salah satu contoh untuk
kelurahan lainnya '' kata Agustina
Lebih
lanjut Agustina mengungkapkan bahwa percepatan diversifikasi konsumsi
pangan melalui pengembangan pangan lokal spesifik wilayah dan
pengembangan bisnis pangan berbasis teknologi pangan local merupakan
salah satu strategi dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan.
Keberadaannya justru bisa meningkatkan derajat kesehatan dan kemakmuran
serta kesejahteraan masyarakat, kata Agustina.Sumber : www.singkawangkota.go.id dan www.hubkominfo.singkawangkota.go.id
Wujudkan Agrowisata
Tiga Organisasi Perempuan Rangkul Petani dan Pengusaha
By Harian Rakyat Kalbar
11/09/2013 07:32:00
Ket
Photo: Ketua TP PKK Kota Singkawang Ny. Agustina Abdul Muthalib
(kerudung coklat baju merah), Ketua DWP Kota Singkawang Ny. Endang
Bandar (kerudung coklat baju hitam), dan para pengurus organisasi wanita
di Kota Singkawang serta pengusaha di Kota Singkawang, mel
Singkawang.
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Gabungan
Organisasi Wanita (GOW) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) merangkul
pengusaha dan pemilik kebun untuk bersama-sama memberdayakan hasil
buah-buahan serta dikelola sebagai agrowisata.
“Tahap
yang kami lakukan masih dalam rencana dan survei sekaligus membuat
kajian,” kata Ny Agustina Abdul Muthalib, Ketua TP PKK Kota Singkawang
ditemui di salah satu kebun rambutan di Kelurahan Rasau, Kecamatan
Singkawang Utara, Minggu (8/9).
Perempuan
murah senyum yang juga Ketua GOW Kota Singkawang ini menjelaskan, Kota
Singkawang sangat potensial dalam menghasilkan buah-buahan. Bila dikemas
secara serius, potensi ini tentu sangat menjanjikan. Buah-buahan yang
dihasilkan di Kota Singkawang diantaranya rambutan, jeruk dan nanas.
Berbagai jenis hasil perkebunan itu akan dikemas dalam bentuk
agrowisata.
Makanya, Agustina bersama rekan-rekannya di DWP, IKABOGA, PHRI, Catering serta masyarakat pemilik kebun akan membuat suatu paket wisata. “Tujuannya, membantu masyarakat petani buah-buahan serta mendorong agar pariwisata lebih bergeliat lagi,” katanya.
Agustina mengatakan, beberapa rekannya itu telah memenuhi beberapa unsur untuk mengembangkan agrowisata. “Mudah-mudahan konsep ini akan terwujud. Jadi harga buah-buahan kalau sedang banjir tidak murah harganya, karena akan dikemas dengan lebih baik,” jelasnya.
Setelah konsep dan kerjasama disepakati, tambah Agustina, langkah selanjutnya beberapa unsur ini akan menawarkan pada biro perjalanan wisata dan agen perjalanan wisata di Kota Singkawang.
Di tempat yang sama, Ketua DWP Kota Singkawang, Ny Endang Bandar menjelaskan, agrowisata merupakan usaha di bidang jasa yang menggabungkan antara kegiatan wisata dengan kegiatan pertanian atau menggunakan kegiatan pertanian sebagai produk utama jasa kepariwisataan.
Makanya, Agustina bersama rekan-rekannya di DWP, IKABOGA, PHRI, Catering serta masyarakat pemilik kebun akan membuat suatu paket wisata. “Tujuannya, membantu masyarakat petani buah-buahan serta mendorong agar pariwisata lebih bergeliat lagi,” katanya.
Agustina mengatakan, beberapa rekannya itu telah memenuhi beberapa unsur untuk mengembangkan agrowisata. “Mudah-mudahan konsep ini akan terwujud. Jadi harga buah-buahan kalau sedang banjir tidak murah harganya, karena akan dikemas dengan lebih baik,” jelasnya.
Setelah konsep dan kerjasama disepakati, tambah Agustina, langkah selanjutnya beberapa unsur ini akan menawarkan pada biro perjalanan wisata dan agen perjalanan wisata di Kota Singkawang.
Di tempat yang sama, Ketua DWP Kota Singkawang, Ny Endang Bandar menjelaskan, agrowisata merupakan usaha di bidang jasa yang menggabungkan antara kegiatan wisata dengan kegiatan pertanian atau menggunakan kegiatan pertanian sebagai produk utama jasa kepariwisataan.
Agrowisata
tidak hanya menjual jasa bagi pemenuhan kebutuhan pemandangan yang
indah bagi konsumen. Tetapi juga berperan sebagai media promosi produk
pertanian, media pendidikan masyarakat, memberikan sinyal bagi peluang
pengembangan diversifikasi produk agrobisnis, dan berarti pula dapat
menjadi kawasan pertumbuhan baru wilayah. “Sehingga agrowisata dapat
menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru daerah, sektor pertanian, dan
ekonomi daerah. Dengan agrowisata selain menguntungkan dari sisi
ekonomi, dari sisi promosi dan pendidikan juga akan memberikan dampak
positif,” ujar Endang.
Sementara itu, salah seorang PNS yang gemar berkebun, Drs Karyadi MSi mengaku sangat gembira dan mendukung rencana tiga organisasi perempuan beserta mitra kerjanya untuk mewujudkan agrowisata. “Sebagai masyarakat, kami memberikan dukungan sepenuhnya, dan mudah-mudahan rencana ini mendapat support dari semua pihak. Tidak hanya pemerintah, namun semua lapisan masyarakat,” kata Karyadi.
Menurut dia, upaya untuk membuat wisatawan senang dan betah di Kota Singkawang merupakan tanggungjawab bersama. “Jika agrowisata itu menjadi kenyataan, yang akan menikmati dampaknya adalah masyarakat juga,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat, Tarmili mengungkapkan, terwujudnya Singkawang yang memiliki agrowisata sudah menjadi impian dan harapannya sejak lama. Pasalnya, Kota Amoy ini memiliki potensi buah-buahan. Tetapi ketika musimnya tiba, harga anjlok, karena hasil produksi tidak seimbang dengan konsumen. “Untuk membantu petani diperlukan strategi yang tepat, agrowisata salah satu strategi yang tepat. Dengan cara tersebut semua masyarakat kecil pun akan ikut merasakan dampak positifnya. Selama ini kan, kalau sudah musim panen buah-buahan harga jadi jatuh” kata Tarmili.
Dia mengetahui betul hal tersebut, karena juga memiliki beberapa bidang kebun buah-buahan. “Kita sering rugi kalau buah sudah banjir, terpaksa jeruk, nanas dan rambutan dilepas dengan harga murah,” ungkap Tarmili. (dik)
Sementara itu, salah seorang PNS yang gemar berkebun, Drs Karyadi MSi mengaku sangat gembira dan mendukung rencana tiga organisasi perempuan beserta mitra kerjanya untuk mewujudkan agrowisata. “Sebagai masyarakat, kami memberikan dukungan sepenuhnya, dan mudah-mudahan rencana ini mendapat support dari semua pihak. Tidak hanya pemerintah, namun semua lapisan masyarakat,” kata Karyadi.
Menurut dia, upaya untuk membuat wisatawan senang dan betah di Kota Singkawang merupakan tanggungjawab bersama. “Jika agrowisata itu menjadi kenyataan, yang akan menikmati dampaknya adalah masyarakat juga,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat, Tarmili mengungkapkan, terwujudnya Singkawang yang memiliki agrowisata sudah menjadi impian dan harapannya sejak lama. Pasalnya, Kota Amoy ini memiliki potensi buah-buahan. Tetapi ketika musimnya tiba, harga anjlok, karena hasil produksi tidak seimbang dengan konsumen. “Untuk membantu petani diperlukan strategi yang tepat, agrowisata salah satu strategi yang tepat. Dengan cara tersebut semua masyarakat kecil pun akan ikut merasakan dampak positifnya. Selama ini kan, kalau sudah musim panen buah-buahan harga jadi jatuh” kata Tarmili.
Dia mengetahui betul hal tersebut, karena juga memiliki beberapa bidang kebun buah-buahan. “Kita sering rugi kalau buah sudah banjir, terpaksa jeruk, nanas dan rambutan dilepas dengan harga murah,” ungkap Tarmili. (dik)
Langganan:
Postingan (Atom)
Singkawang Siap Jadi Tuan Rumah HKG Provinsi
Singkawang, (MC/15/1) Ketua Tim Penggerak PKK Kota Singkawang, Juli Wahyuni mengungkapkan bahwa Tim Penggerak PKK Kota Singkawang dengan duk...
-
Mie basah merupakan salah satu jenis mie yang dikenal luas dan disukai oleh masyarakat dan sebagian besar diproduksi oleh industri rumah t...
-
Singkawang, (MC/15/1) Ketua Tim Penggerak PKK Kota Singkawang, Juli Wahyuni mengungkapkan bahwa Tim Penggerak PKK Kota Singkawang dengan duk...