Tampilkan postingan dengan label aktivitas pokja IV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aktivitas pokja IV. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 April 2012

ASI Ekslusif dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Singkawang, 26/3/2012 Tim Penggerak(TP) PKK Kota Singkawang bekerjasama dengan Kinerja USAIDmelaksanakan seminar tentang ASI Ekslusif dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) di Aula Kantar PKK Jalan Firdaus, Senin (26/3).
Ketua Yayasan Laktasi Indonesia Dokter Utami menyampaikan materi di depan peserta

Peserta asik menyimak materi yang disampaikan Dokter Utami dan Pemateri yang lain

Dengan penuh kasih sayang dan semangat perjuangan, Dokter Utami melakukan sharing pengetahuan

Kepada para peserta ini diharapkan kualitas kesehatan bangsa lndonesia bisa meningkat melalui ASI Ekslusif 6 bulan

Duta ASI Kalimantan Barat Ny. Elisabeth Majuyetty Hasan Karman juga menyampaikan motivasinya kepada peserta

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Singkawang, Ny. Elisabeth Majuyetty Hasan Karman, Konselor Laktasi Indonesia, Dr. Utami, Tim Kinerja USAID, Pengajar dari AKBID dan AKPER Kota Singkawang, Mahasiswa AKBID dan AKPER Kota Singkawang serta undangan lainnya. Dr. Utami mengatakan kalau kita bisa memberikan standar emas makanan bayi, tidak saja bayi itu lebih sehat, bukan saja 20 kali lebih kurang diare, 17 kali lebih jarang  radang paru-paru tetapi juga 8 kali lebih kurang kanker anak kalau di beri ASI dengan benar “tiga kanker anak yang dapat diselamatkan dengan ASI adalah Leukimia, kanker saraf mata dan kanker getah bening,” kata Utami. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penelitian yang di publikasikan oktober 2009 yang lalu ternyata ada dampak jangka panjang menyusu yang lama ini untuk kesehatan mental sang anak, 2900 orang ibu hamil Dari mulai lahir sampai usianya 14 tahun diikuti perkembangannya, mereka menemukan anak-anak yang dapat Asi dengan benar terhindar dari gelisah, menarik diri, gangguan cara berfikir, gangguan perhatian atau Autisme, gangguan bersosialisasi, kenakalan remaja dan sifat agresif. Sembilan gangguan mental ini dapat diselamatkan dengan ASI yang ditemukan dengan penelitian selama 14 tahun. Dengan standar emas makanan bayi ini, tidak hanya bayi sehat, bayi pandai, tetapi juga dekat dengan tuhannya. Di Indonesia, setiap harinya 550 balita meninggal atau setiap 2,5 menit satu balita meninggal, dengan standar emas makanan bayi, IMD bisa mengurangi 8,6 persen kematian, Asi Eklusif 13 persen, 6 persen makanan pendamping Asi makanan keluarga yang bukan makanan kaleng-kalengan kalau itu bisa dilakukan maka 27 persen dapat mengurangi angka kematian pada balita.

Selasa, 03 Januari 2012

PKK SINGKAWANG: Gelar Program Pemberdayaan Sukseskan MDGs 2015

SINGKAWANG - Wakil Walikota Singkawang Drs. H. Edy R Yacoub, M.Si mengharapkan  pelaksanaan kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan bisa  mendukung tercapainya Millenium Development Goals (MDGs) 2015. Hal tersebut disampaikan dalam acara Safari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Tingkat Kota di Kecamatan Singkawang Tengah, Selasa (6/12)

“Untuk mencapai sasaram pembangunan milenium menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk Tim Penggerak PKK tentunya. Saya cukup bangga dan menyampaikan apresiasi kepada tim Penggerak PKK, yang selama ini sudah begitu peduli dengan Lingkungan Hidup. " ujarnya

Ketua Tim Penggerak PKK bahkan terjun langsung untuk menggerakkan masyarakat dan perhatian dalam menjaga lingkungan. Sudah ribuan pohon ditanam oleh PKK. Nah hal-hal tersebut tentunya menjadi contoh untuk kita terapkan di lingkungan kita masing-masing.

"Jika setiap orang mempunyai komitmen dan kesadaran yang tinggi dalam membuang sampah, niscaya Kota Singkawang akan selalu terjaga kebersihannya, sehingga anggaran yang dipergunakan untuk membersihkan sampah, bisa dimanfaatkan untuk pembangunan lainnya”. Kata Edy.

Safari Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan diawali dengan peninjauan gelar produksi dan pelayanan KB oleh rombongan, yang terdiri dari Wakil Walikota Singkawang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua TP.PKK Kota Singkawang dan pengurus, tamu undangan lainnya.

Melalui kegiatan kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan, lanjut Edy, maka peran serta pria juga dilibatkan agar ada keadilan serta kesetaraan gender untuk lebih memfokuskan lagi berbagai kegiatan yang tujuannya untuk mendapatkan pelayan KB dan kesehatan secara maksimal.

“Apabila kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, maka cakupan pelayanan yang berkualitas seperti yang diharapkan para kader PKK serta program KB dan peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan terwujud untuk mendukung tercapainya MDGs 2015,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Singkawang Ny. Elisabeth Majuyetty Hasan Karman dalam sambutannya  menyampaikan bahwa ”paradigma baru Program KB Nasional dengan visinya ”seluruh Keluarga Ikut KB” dan misinya ”Mewujudkan Keluarga Kecil, bahagia dan Sejahtera”.

Melihat Visi dan Misi tersebut sebaiknya sedini mungkin kita sudah menyiapkan generasi penerus yaitu melewati pembinaan tumbuh kembang anak merupakan salah satu prioritas dalam mempersiapkan anak menjadi calon generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, tangguh dan berbudi luhur.

"Oleh karena itu mengetahui prinsip ”Tumbuh Kembang Anak” akan memudahkan para orang tua dalam memberikan stimulasi sesuai yang dibutuhkan dan diharapkan untuk mencapai tumbuh kembang optimal”. Katanya. (Hani)
Sumber : http://wartapedia.com/nasional/nusantara/6282-pkk-singkawang-gelar-program-pemberdayaan-sukseskan-mdgs-2015.html

Peringatan Hari Kesehatan Nasional 2011 Tingkat Propinsi

Peringatan Hari Kesehatan Nasional Tahun 2011 Tingkat Propinsi Kalimantan Barat diselenggarakan di Kota Singkawang.
Hadir dalam kegiatan tersebut pejabat di Lingkungan Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat, Pengurus Tim Penggerak PKK Propinsi Kalimantan Barat yang dikoordinir Ny. M.Zeet Hamdy Assovie, pengurus TP. PKK Kota Singkawang, Ketua TP.PKK Kecamatan se Kota Siongkawang.
Untuk kenang-kenangan diabadikan momen tersebut dalam Lensa Kegiatan.

 Tiga Srikandi di Tim Penggerak PKK sepakat : Berjuang demi kesehatan masyarakat
 Setelah kegiatan Hari Kesehatan Nasional berakhir, Pengurus Tim Penggerak PKK berpose bersama di depan Kantor Walikota Singkawang
 Ketua Pokja III PKK Kota Singkawang foto bersama dengan Kepala SD Berprestasi
 Berfoto bersama pemenang lomba
 Senyum kebahagiaan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Singkawang dengan Kader PKK yang berhasil meraih kemenangan dalam lomba Posyandu
 Aku anak sehat.....ceria....penuh canda......menapak dan menyongsong masa depan yang gemilang
 Serius menyimak dan mengikuti kegiatan demi kegiatan
 Para Ketua TP.PKK Kecamatan se Kota Singkawang berpartisipasi aktif di kegiatan Hari Kesehatan Nasional Tahun 2011
 Senyum manis dan keibuan selalu menyertai setiap penampilan dan pembinaan Ny. M.Zeet Hamdy Assovie Wakil Ketua TP.PKK Propinsi Kalimantan Barat

Selasa, 18 Oktober 2011

Rapat Koordinasi Tentang Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat


PDF Cetak E-mail
Singkawang, 15/10/2011 (Media Center)
Bertempat di Rumah Dinas Walikota Singkawang, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK kota Singkawang beserta PT. ASKES dan Instansi terkait menyelenggarakan rapat koordinasi tentang upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di kota Singkawang, Jumat (14/10).

Ketua TP-PKK Kota Singkawang, Elisabeth Majuyetty Hasan Karman mengungkapkan “kesehatan merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri. Dengan menjaga kesehatan merupakan bentuk manivestasi dari rasa syukur tersebut. Salah satustrategi menjaganya melalui pola hidup sehat, yaitu makan dengan pola hidup sehat dan melakukan olahraga yang teratur. Dengan program Car Free Day yang diprakarsai oleh POLRES Singkawang yang diselenggarakan setiap hari minggu dari pukul 06.00 WIB sampai dengan 09.00 WIB dari perempatan Dekranasda sampai dengan Mahkota Hotel Jalan Diponegoro, merupakan program yang pantas untuk didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena hasilnya untuk masyarakat itu sendiri” kata Elisabeth.

Lebih lanjut dia menjelaskan Pemerintah Kota Singkawang melalui Instansi terkait dan Organisasi PKK Kota Singkawang, PT. ASKES sangat mendukung kegiatan tersebut. Bukti dukungan tersebut antara lain  dalam Car Free Day akan diselenggarakan senam masal setiap jam 06.00 WIB, yang diselenggarakan  antara PT. ASKES, TP-PKK Kota Singkawang, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB Kota Singkawang. Bagi masyarakat yang mau menitipkan hasil olahannya, silakan. Karena di acara Car Free Day juga digelar penjualan berbagai makanan dan minuman. “Silakan dititipkan di TP-PKK Kota Singkawang dan Bhayangkari,” kata Elisabeth.

Kepala cabang PT. ASKES Singkawang, Octovianus Ramba menjelaskan bahwa pihaknya bekerjasama dengan rumah sakit DKT Kota Singkawnag juga menyelenggarakan pengobatan gratis pada masyarakat yang diselenggarakan pada minggu pertama setiap bulan pada acara Car Free Day.

Senin, 18 Juli 2011

Elisabeth Majuyetty: "Gerakan Sayang Ibu Tanggung Jawab Bersama"

Wednesday, 06 July 2011 14:38
Gerakan Sayang Ibu perlu dilakukan karena SDM yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan suatu pembangunan
SINGKAWANG - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Singkawang Ny. Elisabeth Majuyetty Hasan Karman  menjelaskan Gerakan Sayang Ibu adalah Suatu Gerakan yang dilaksanakan oleh masyarakat, bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan.
Upaya ini dilakukan melalui berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunan angka kematian ibu  hamil, melahirkan dan nifas serta penurunan angka kematian bayi.

Selaku koordinator Bidang Penyuluhan Masyarakat dalam POKJA Gerakan Sayang Ibu (GSI) Kota Singkawang, pihaknya mengharapkan seluruh elemen masyarakat bisa berperan aktif dalam menyukseskan GSI di Kota Singkawang.

Elisabeth menambahkan pembentukan SDM yang berkualitas ditentukan dari janin dalam kandungan, karena perkembangan otak terjadi selama hamil sampai dengan 5 tahun.

Kesehatan Ibu dan Anak factor paling strategis untuk meningkatkan mutu SDM.Tingginya AKI dan AKB memberikan dampak negatif pada berbagai aspek." ujarnya di Ruang kerjanya Senin (4/7)

Kematian Ibu menyebabkan bayi menjadi piatu yang pada akhirnya akan menyebabkan penurunan kualitas SDM akibatnya kurangnya perhatian, bimbingan dan kasih sayang seorang ibu.Melalui GSI diharapkan akan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi.

Angka kematian ibu dan bayi yang tinggi juga disebabkan oleh adanya hal-hal diluar medis seperti kurang adanya kesetaraan gender, nilai budaya di masyarakat yang merendahkan perempuan.

Masalah tersebut mengakibatkan rendahnya perhatian suami/laki-laki terhadap masalah ibu melahirkan serta kurangnya kemampuan untuk membuat keputusan bagi kesehatan diri sendiri.

"GSI adalah gerakan percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi yang dilaksanakan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat, untuk lebih meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kepedulian dalam upaya interaktif dan sinergis" imbuhnya

Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu wujud hak asasi perempuan dan anak, akan tetapi pada saat ini kesehatan ibu dan anak khususnya bayi baru lahir, merupakan tugas bersama antara pemerintah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi perempuan dan organisasi profesi.

Disamping itu strategi Pemerintah dalam meningkatkan percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi ini juga dilakukan program advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bagi bidan, LPM, PKK, PLKB, tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam pendataan ibu hamil serta pengembangan rujukan oleh masyarakat serta peningkatan kualitas kesehatan kepada masyarakat.

Disamping ada “SIAGA” ( siap, antar, jaga ) oleh pemerintah juga telah dikembangkan P 4 K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) yang dimaksudkan untuk menuju persalinan yang aman dan selamat bagi ibu. Diharapkan langkah – langkah tersebut merupakan langkah preventif untuk menekan angka kematian ibu. (c6/pr) Foto: Elisabeth Majuyetty, koordinator Bidang Penyuluhan Masyarakat, Gerakan Sayang Ibu.

Selasa, 05 Juli 2011

Wali Kota Tetapkan Pokja GSI



Selasa, 05 Juli 2011 , 10:49:00

SINGKAWANG-Wali Kota Singkawang menetapkan kelompok kerja Gerakan Sayang Ibu (GSI) Kota Singkawang. Hal itu dilakukan, bukti keseriusan Pemkot Singkawang dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.Demikian relis yang diterima dari Media Center Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang, kemarin. Wali Kota Singkawang selesai menutup Festival Singkawang, Sabtu (2/7) menjelaskan, tolok ukur keberhasilan kinerja pembangunan dibidang kesehatan adalah terciptanya kesehatan masyarakat yang tinggi. Hal ini dapat diukur dengan beberapa indikator salah satunya adalah angka kematian ibu (AKI) harus rendah.

“Untuk menekan angka kematian ibu serta meningkatkan kualitas hidup perempuan dipandang perlu pihaknya menetapkan Kelompok Kerja Gerakan Sayang Ibu Kota Singkawang.” Kata Hasan Karman, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian anak (AKA) merupakan indikator kesehatan. Sementara, kata dia, kesehatan adalah salah satu komponen, Human Development Index (HDI), sebuah ukuran untuk menentukan kualitas hidup manusia.
“Gerakan Sayang Ibu merupakan suatu gerakan yang dilaksanakan dalam upaya membantu salah satu program pemerintah untuk peningkatan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang berdampak terhadap upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) karena hamil, melahirkan dan nifas,” ujarnya.
Terbentuknya Pokja GSI Kota Singkawang, Walikota mengharapkan pokja ini segera melaksanakan tugas pokoknya. Tugasnya, kata dia,  antara lain, melakukan pengkajian dan HDI analisa terhadap permasalahan-permasalahan yang berkembang dengan upaya menurunkan AKI, merumuskan rencana kerja lengkap dengan matriks pelaksanaan GSI Kota Singkawang.

Selain itu, merumuskan kebijakan bersama untuk melaksanakan strategi percepatan penurunan AKI yang dapat dijalankan masing-masing sektor terkait sebagai bagian dan tugas utama secara efektif, mengembangkan metode pemantauan yang sederhana mulai dari input, proses, output dan impact. “Tak hanya itu, tugas pokoknya adalah, melakukan monitoring dan evaluasi, melaporkan kemajuan program serta mengupayakan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil mulai dari polindes sampai ke rumah sakit rujukan sampai mengembangkan metode pemantauan kualitas pelayanan yang dapat dinilai setiap saat.” (zrf)
http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=93813

Singkawang Siapkan Diri Wakili Kalbar

 

Jumat, 11 Maret 2011 08:55 Nurmala Sari

Bertempat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kota Singkawang, Pemerintah Kota Singkawang menyelenggarakan rapat koordinasi untuk mempersiapkan Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 39 Tingkat Provinsi dan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) VIII tingkat Nasional, Rabu (8/3). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP.PKK Kota Singkawang Elisabeth Majuyetty Hasan Karman dan kepala SKPD dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Singkawang.
Elisabeth Majuyetty Hasan Karman, yang biasa akrab disapa Ema ini, menjelaskan berkenaan dengan HKG Ke 39 dan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) VIII tingkat Nasional, rencananya akan dilaksanakan beberapa lomba antara lain lomba tertib administrasi PKK, lomba kelompok pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), lomba Pemanfaatan  Pekarangan (HATINYA PKK), lomba kelompok UP2K PKK dan lomba Lingkungan Bersih dan Sehat.
“Kota Singkawang dipercaya untuk mewakili  Kalbar mengikuti Lomba Lingkungan Besih dan Sehat. Kepercayaan Tim Penggerak Provinsi menunjuk Singkawang, tentu akan kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kita sudah melakukan beberapa tahap, persiapan lapangan, melakukan koordinasi dengan lnstansi terkait dan masyarakat, kita juga berusaha membangun komitmen pemerintah melalui kelembagaan dan partisipasi masyarakat,” terang Ema .
Menurutnya, kegiatan ini akan dicanangkan secara serentak pada tanggal 29 April 2011 dan dimulai kegiatannya tanggal 1 Mei 2011 dan puncaknya akan dihadiri presiden RI Susilo Bambang Yudoyono tanggal 31 Mei 2011.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan KB Kota Singkawang, Sukardi, juga menjelaskan akan membentuk Tim Fasilitasi BBGRM tingkat Kota Singkawang, membentuk Tim Pendamping BBGRM tingkat kecamatan dan membentuk Tim Pelaksana BBGRM tingkat kelurahan secara berjenjang sebagaimana Permendagri Nomor 42 Tahun 2005.
“Dengan demikian kegiatan akan lebih fokus dan efektif, sehingga  diharapkan bisa lebih maksimal hasilnya,” jelas Sukardi.
http://www.borneotribune.com/singkawang/singkawang-siapkan-diri-wakili-kalbar.html

WVI-ADP Singkawang Gembleng 60 Kader Posyandu

Singkawang –  Wahana Vision Indonesia Area Development Project (WVI-ADP) Kota Singkawang menggembleng 60 kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di lima kecamatan se-Kota Singkawang. Pelatihan tersebut digelar selama tiga hari sejak Selasa (10/5) lalu.
“Pelatihan ini untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan para kader posyandu dalam mengelola dan melaksanakan kegiatan di posyandu,” kata Supriadi Saman, Fasilisator WVI-ADP Singkawang ditemui usai Penutupan Pelatihan Kader Posyandu Gelombang IV 2011 di Sekretariat Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Singkawang, kemarin (12/5).
Pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama WVI-ADP Singkawang dengan Dinas Kesehatan dan TP-PKK Kota Singkawang. Diikuti 60 kader posyandu, terdiri atas 15 orang dari tiga posyandu di Kecamatan Singkawang Timur, 15 orang dari tiga posyandu di Kecamatan Singkawang Selatan, lima orang dari satu posyandu di Kecamatan Singkawang Barat, 15 orang dari tiga posyandu di Kecamatan Singkawang Utara dan 10 orang dari dua posyandu di Kecamatan Singkawang Tengah.
Supriadi menjelaskan, 60 kader posyandu Kota Singkawang tersebut mendapatkan pelatihan mengenai strategi nutrisi, kebijakan Kementerian Kesehatan RI, posyandu, pelayanan lima meja, pengisian dan analisis kartu menuju sehat (KMS) serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan reproduksi.
Kader posyandu juga mendapatkan pelatihan materi tentang Konvensi Hak Anak dan Undang-Undang Perlindungan Anak (UU PA), akta kelahiran, pentingnya pendidikan anak usia emas, pencatatan dan pelaporan, praktik stimulasi ibu hamil, strata ibu hamil dan kebun gizi. “Dari pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mempraktikkan materi yang telah disampaikan dan berkomitmen untuk melakukan perubahan di masing-masing posyandu,” kata Supriadi.
Di tempat yang sama, Ketua TP-PKK Kota Singkawang Ny Elisabet Majuyetty Hasan Karman menyambut baik program kerja sama dengan WVI ADP Kota Singkatan tersebut. “Atas nama TP-PKK khususnya kader posyandu yang notabene kader PKK, kami menyampaikan penghargaan dan mengucapkan terima kasih karena memberikan pelatihan yang sangat berharga,” katanya.
Menurut Emma–sapaan akrab Ny Elisabet Majuyetty Hasan Karman–WVI ADP Singkawang sudah berkontribusi terhadap upaya pembangunan di Kota Singkawang, bukan hanya di bidang pendidikan, tetapi juga di bidang lainnya seperti kesehatan, sosial dan lainnya. “Mudah-mudahan kerja sama ini bisa ditingkatkan untuk masa-masa yang akan datang demi tercapainya keluarga kecil yang sehat dan sejahtera,” harapnya. (dik)
http://www.equator-news.com/lintas-utara/singkawang/wvi-adp-singkawang-gembleng-60-kader-posyandu

PKK Singkawang Janji Akan Maksimal


Rabu, 25 Mei 2011 15:17 WIB
Share |
Emma.jpg
M Arief Pramono
Elisabeth Majuyetty Hasan Karman
SINGKAWANG, Tibunpontianak.co.id- TP PKK Kota Singkawang siap memberikan yang terbaik pada Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-39 yang dirangkai dengan Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Nasional ke-8, di Pontianak, 31 Juni nanti.

Ketua TP PKK Kota Singkawang, Ny Elisabeth Majuyetty Hasan Karman, mengatakan, ada belasan produk yang dibawanya pada iven HKG itu.

 "Semuanya adalah karya UP2K (usaha peningkatan pendapatan keluarga) ibu-ibu PKK, dari tingkat kota dan kecamatan," ujarnya.

Terkait produk-produk yang akan dibawa Kota Singkawang pada iven HKG itu, menurut Emma bisa dilihat nanti saat acara berlangsung. 

"Kalau jumlahnya ada puluhan jenis. Semunya menjadi unggulan Kota Singkawang," paparnya.

Masing-masing TP PKK kabupaten/kota, kata Emma, sapaan akrab Elisabeth Majuyetty, memang akan dinilai oleh tim juri. Selanjutnya akan ditentukan siapa-siapa saja peserta yang berhak menjadi juara.

Emma menjelaskan, segala persiapan dari PKK Kota Singkawang dan dari kecamatan-kecamatan, akan dibawa pada Kamis (26/05/2011) besok. "Sampai di sana kita langsung bekerja mendekorasi stand," tuturnya.

Penulis : M Arief Pramono
Editor : Marlen Sitinjak

Senin, 04 Juli 2011

HARGANAS VIII : TP. PKK Kota Singkawang Gelar HKG Ke-39

SINGKAWANG - Tim Penggerak PKK Kota Singkawang melaksanakan kegiatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-39 dan Hari Keluarga Nasional ke-8 di Halaman Mess Daerah, Jumat (1/7).

Hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Singkawang, DR. hasan Karman, SH,MM, Unsu-Unsur muspida, Anggota DPRD,  Ketua Tim Penggerak PKK Kota Singkawang, Kepala Badan/Dinas/Instansi dilingkungan Pemerintah Kota Singkawang, Camat, Lurah dan kader PKK sekota Singkawang serta undangan lainnya.

Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk mementapkan kualitas gerakan PKK disemua jenjang, mengevaluasi program terobosan, meningkatkan wawasan kader dari lomba-lomba yang telah dilaksanakan melalui pemantapan dan penerapan sepuluh program pokok PKK.

Ketua TP PKK Kota Singkawang, Ny. Elisabeth Majuyetty Hasan Karman dalam membacakan sambutan Ketua umum PKK mengatakan”peringatan hari kesatuan gerak PKK dilaksanakan tidak sekedar untuk menciptakan kemeriahan sesaat tetapi lebih memberikan makna dan ungkapan syukur atas cipta dan karya nyata PKK selama ini,” kata Emma.

Tema kegiatan pada tahun 2011 ini adalah Dengan Semangat Hari Kesatuan Gerak PKK ke 39 kita satukan langkah Gerakan PKK dalam upaya meningkatkan kesejahteraan kehidupan Bangsa.

Walikota Singkawang, DR. Hasan Karman, SH,MM dalam sambutannya mengatakan “relevansi dari gerakan PKK ini masih sangat dibutuhkan untuk kita sekarang dan dimasa yang akan datang,” kata Hasan.(c7/pr/red)

Read more: HARGANAS VIII : TP. PKK Kota Singkawang Gelar BHKG Ke-39
http://wartapedia.com/nasional/nusantara/4054-harganas-viii--tp-pkk-kota-singkawang-gelar-bhkg-ke-39.html

Selasa, 11 Januari 2011

TP. PKK Kota Singkawang Selenggarakan Lomba Satuan Gerak PKK-KB-KES 2010

Tim Penggerak PKK Kota Singkawang selenggarakan Lomba satuan Gerak PKK-KB-KES tahun 2010 tingkat Kota . Lomba diselenggarakan dari tanggal 10 s.d 17 Januari 2011 dan diikuti oleh lima kecamatan yang ada di Kota Singkawang.
Persentase dilaksanakan di Kantor kecamatan masing-masing,sedangkan untuk penilaian Posko PKK-KB-KES Kecamatan Singkawang Timur di Kelurahan Nyarumkop, Singkawang Barat dikelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Selatan di Kelurahan Sedau, Singkawang Utara di Kelurahan Setapuk Besar dan Singkawang Tengah di Kelurahan Condong. Untuk penilaian Lingkungan bersih dan PHBS dilakukan di salah satu rumah warga di masing-masing Kelurahan, sedangkan untuk penilaian Posyandu dilaksanakan di salah satu Posyandu yang ada di Kelurahan tersebut.
Hadir dalam lomba tersebut Ketua Tim Pengerak PKK Kota Singkawang, Ny. Elisabeth Majuyetty Hasan Karman, Kepala Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB Kota Singkawang, Tim Penilai Kesatuan Gerak PK, Camat, dan Unsur Muspika, Lurah, Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan dan Masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan tersebut Elisabeth menjelaskan bahwa hasil lomba ini akan diumumkan pada minggu ketiga bulan Januari 2011, dan hasilnya akan dilaporkan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat.

Singkawang Siap Jadi Tuan Rumah HKG Provinsi

Singkawang, (MC/15/1) Ketua Tim Penggerak PKK Kota Singkawang, Juli Wahyuni mengungkapkan bahwa Tim Penggerak PKK Kota Singkawang dengan duk...